eSport Asian Games 2018
Kaisar Poker Online - Game online yang juga dikenal dengan bukan hal yang baru, namun tak banyak yang tahu jika permainan ini juga masuk di salah satu cabang olahraga eSport Asian Games 2018. Hal ini menjadi pertama kalinya game online masuk dalam ajang olahraga paling bergengsi di Asia itu.
Kompetisi eSport di Asian Games 2018 akan diselenggarakan oleh beberapa pihak, yaitu : Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc), Dewan Olimpiade Asia (OCA), dan Federasi Olahraga Elektronik Asia (AESF). Namun eSport Asian Games 2018 tampil sebagai cabang olahraga eksibisi, yang artinya negara pemenang tetap akan mendapatkan medali tetapi medali tersebut tidak ditambahkan ke dalam perhitungan klasemen umum.
Yang menjadi sisi positif adalah adanya pertandingan eSport Asian Games 2018 ini sebagai bentuk pengakuan yang tidak sepele bagi game online. Danny Buldansyah, juru bicara Inasgoc, mengatakan eSports mulai diikutsertakan karena merupakan bagian dari olahraga modern yang banyak melibatkan kaum millenial, dan sport yang merupakan entertainment yang berkembang pesat di masyarakat.
Adanya eSport Asian Games 2018 ternyata cukup menyita banyak perhatian masyarakat, khususnya para penggemar game online. Pecinta game online seperti mendapatkan cahaya harapan untuk menyalurkan bakat terpendamnya.
Dengan semakin dekatnya pembukaan Asian Games 2018 yaitu tanggal 18 Agustus 2018, membuat para fans E-Sports juga bertanya-tanya kapan jadwal turnamen eSports dan bagaimana cara menyaksikan pertandingan tersebut. Panitia yang melihat antusias para fans ini akhirnya membeberkan jadwal dan lokasi tempat pertandingan E-Sports akan diadakan.
Berikut jadwal dan game yang dipertandingan di eSport Asian Games 2018.
1. Arena of Valor, Jadwal Pertandingan : 26 Agustus 2018
AOV adalah game berjenis Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) 5 vs 5 untuk perangkat Android dan iOS yang dikembangkan oleh Super Evil Mega Corp.
2. Clash Royale, Jadwal Pertandingan : 27 Agustus 2018
Game buatan dari tim pengembang Supercell yang merupakan sebuah game yang menggabungkan sebuah permainan RTS dan MOBA, dengan sebuah permainan kartu.
3. League of Legends, Jadwal Pertandingan : 27 - 29 Agustus 2018
League of Legends adalah game online yang bersifat sangat kompetitif dengan menggabungkan kecepatan dan intensitas dari game berjenis RTS dengan sedikit unsur RPG di dalamnya.
4. Starcraft II, Jadwal Pertandingan : 30 Agustus 2018
StarCraft II adalah sebuah permainan strategi dengan waktu nyata (RTS) yang dibuat oleh Blizzard Entertainment dan merupakan produk pertama dari serial game StarCraft.
5. Hearthstone, Jadwal Pertandingan : 31 Agustus 2018
Hearthstone merupakan sebuah collectible card game yang mengambil dengan setting tema di dunia Warcraft.
6. Pro Evolution Soccer (PES), Jadwal Pertandingan : 1 September 2018
Game sepak bola buatan Konami Jepang yang populer di Asia sejak bernama Winning Eleven. Para gamer bisa memainkan tim kesayangannya, baik klub maupun negara dalam sebuah pertandingan sepakbola.
Pertandingan eSport Asian Games 2018 akan berlangsung di BritAma Arena yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pecinta eSport akan dapat menyaksikan dan mendukung langsung para perwakilan Indonesia di sana dengan tiket seharga Rp. 30.000,- sampai Rp. 100.000,- tergantung posisi tempat duduk Anda.
Pasti banyak yang bertanya mengapa AoV terpilih sebagai game MOBA untuk Asian Games 2018, bukan Mobile Legends? Pemilihan game untuk eSport Asian Games 2018 didasarkan atas tingginya jumlah pemain. Meski di Indonesia jumlah pemain Mobile Legends sangat banyak, ternyata di level Asia, game besutan dari Riot Games (AoV) itu berhasil menjadi nomor satu.
Bahkan di beberapa negara AoV telah rutin digelar sebagai kompetisi. Dari data yang di peroleh Kaisar Poker Online, pemain AoV diperkirakan telah menyentuh angka sekitar 200 juta pengguna aktif bulanan.
Sementara Mobile Legends, dikutip dari Direktur Operasional, Caya Yan, pada Juli lalu hanya memiliki pengguna sebanyak 43 juta dan setengahnya berasal dari Indonesia.
Selain kurang populer, masalah hak cipta juga menjadi penyebab gagalnya Mobile Legends masuk ke dalam eSport Asian Games 2018. Diberitakan bahwa pada 11 Juli 2017 lalu, Riot Games selaku pengembang Aov mengajukan gugatan terhadap Moonton, pengembang Mobile Legends, terkait adanya penjiplakan terhadap beberapa sektor game, termasuk peta permainan.
Namun hal tersebut segera dibantah pihak Mobile Legends, melalui postingan di Facebook. Mereka mengatakan bahwa game mereka dikembangkan secara independen dan semua hak ciptanya telah didaftarkan serta dilindungi di berbagai negara.
Ajang eSport Asian Games 2018 hanya berlangsung sebentar saja, hal ini karenakan cabang E-Sport masih masuk kategori uji coba dan hanya ada 8 negara yang ikut berpatisipasi menjadi peserta di setiap cabang eSports. Meskipun begitu ini adalah sebuah langkah besar bagi E-Sports dan semoga nantinya E-Sport akan benar-benar masuk ke dalam cabang olah raga yang dipertandingkan di level Olimpiade.
Baca Juga : 1 ID Semua Game Judi Online








Comments
Post a Comment